—
thoughts and theory(Source: the-fixxxer, via fuckyeahthedarkknightrises)
Sesuatu yang baru kadang membuat kita ragu tentang kebenarannya dibandingkan dengan sesuatu yang sudah biasa kita lakukan atau temukan. Ketika memiliki seorang sopir jika suatu saat dia harus pindah dan kita harus mencari penggantinya maka kita akan membutuhkan waktu untuk mempercayai orang baru tersebut.
Lain kasus, ketika kita memiliki restoran langganan suatu hari restoran itu memiliki chef baru, dengan cita rasa yang baru yang lebih mantap. Tetapi tetap saja kita akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Seperti air jika kita panaskan dengan kalor tertentu maka suhunya akan naik secara linear dengan lamanya waktu kalor diberikan. Sampai pada suatu titik suhunya akan tetap namun wujudnya akan beralih menjadi uap, kemudian ketika air tersebut sudah menjadi uap maka perilaku pertambahan suhu akan kembali linear dengan gradien yang berbeda.
Apa maknanya? Perubahan positif di suatu sistem yang sama akan berpengaruh secara linear terhadap output. Sehingga jika terjadi perubahan positif terhadap suatu kondisi eksisting perubahan output pun akan mudah terlihat. Seperti kasus air, jika makin lama waktu yg digunakan untuk memanaskan air maka semakin tinggi pula suhu yg dapat dicapai. Tetapi hal tersebut tidak akan bisa terlihat ketika fase perubahan sistem. Energi yang di keluarkan akan besar tetapi dari suhu tidak akan ada peningkatan sama sekali.
Resistensi
Sebuah perlawanan akan terjadi pada sistem ketika terjadi kondisi yang merubah sistem itu sendiri. Ketika ada aksi yang besar untuk merubah sistem akan ada reaksi yang besar untuk mempertahankan sistem. Sehingga walaupun terlihat energi yang dikeluarkan pada fase itu besar tetapi tidak ada perubahan yang terjadi. Kita ambil kasus ketika terjadi reformasi 98, terjadi perubahan sistem dari orde baru kepada reformasi energi yang dikeluarkan begitu besar tetapi secara kondisi tidak banyak perubahan secara nasional yang terjadi secara instan. Dalam hukum listrik terdapat hubungan antara arus dan kuat tegangan. Yaitu resitensi. Semakin besar tegangan dan semakin kecil resisten maka akan semakin besar arus yang mengalir. Namun jika kita balik, semakin besar resistensi maka semakin besar tegangan yang dihasilkan
I=V/R
V=I x R
I = kuat arus
V = tegangan
R = resistensi
Apa artinya, dalam opini penulis sebuah sistem akan terlihat baik atau buruk adalah ketika dia mendapatkan resistensi. Sistem yang baik akan mampu menghadapi resistensi. Ketika sistem menghadapi perlawanan siatem itu akan merubah perlawanan tersebut menjadi hamba sistem yang baik, yang bisa ikut berkembang dengan sistem yang baru. Artinya lagi ketika kita bisa melakukan resistensi yang baik terhadap sistem maka sistem itu akan lebih cepat untuk menjadi sempurna dengan catatan sistem itu memiliki dasar berpijak yang sempurna pula. Karena jika kita analogikan tegangan adalah dasar hukum maka nilainya tidak akan berubah. Yang bisa berubah pada dasarnya adalah arus (pelaksanaan dari dasar hukum/sistem atau uu) dan resisten (pelaksana atau objek hukum
So, how about a Metal version of the Sherlock main theme then?
Great stuff from Eric Calderone - see more on his YouTube Channel, including a Metal version of the Doctor Who Theme!
—
Resistance/MuseCerita pendek yang menantang ini adalah karya Noorca M Massardi. Terbit di Kompas, 24 Februari 2013. Bahwa ada sesuatu yang dari masa lalu ingin kita hindari adalah suatu tema yang akan menarik jika diangkat menjadi cerita. Hanya saja, kisah ini tak sekadar itu, ada semacam tantangan moral…
SEBEGITUKAH KEINGINAN MEMILIKI KETURUNAN, HEHE
Do you hear the people sing?
Singing a song of angry men?
It is the music of a people
Who will not be slaves again!
When the beating of your heart
Echoes the beating of the drums
There is a life about to start
When tomorrow comes!
Will you join in our crusade?
Who will be strong and stand with me?
Beyond the barricade
Is there a world you long to see?
Courfeyrac:
Then join in the fight
That will give you the right to be free!
Do you hear the people sing?
Singing a song of angry men?
It is the music of a people
Who will not be slaves again!
When the beating of your heart
Echoes the beating of the drums
There is a life about to start
When tomorrow comes!
Will you give all you can give
So that our banner may advance
Some will fall and some will live
Will you stand up and take your chance?
The blood of the martyrs
Will water the meadows of France!
Do you hear the people sing?
Singing a song of angry men?
It is the music of a people
Who will not be slaves again!
When the beating of your heart
Echoes the beating of the drums
There is a life about to start
When tomorrow comes!
Do you feel lonely? Why? Cheer up! Allah (SWT) is with you.
(via muslimagnet)
crowd./kraud/
n. 1. large number of people together 2. particular group of people
v. 1. come together as a crowd 2. fill a place so there is little room to move
beberapa kata dalam diksi Indonesia yang memiliki padanan kata dengan crowd adalah orang banyak, kelompok atau bondong (v. berbondong-bondong).
“People should’nt be afraid of their government, government should be afraid of their people”
Jika kita flashback ke beberapa waktu yang lalu mungkin kita akan teringat dengan gerakan “koin untuk prita” kasusnya bermula ketika seseorang pasien yang mengirimkan keluhan terhadap rumah sakit tempat dia dirawat berujung pada tuntutan rumah sakit itu terhadap pencemaran nama baik. Alhasil pengadilan memutuskan bahwa sang pasien bersalah dan mendapat denda ratusan juta.
Dari putusan yang dianggap “tidak adil” itu muncul gerakan untuk membantu meringankan beban dari sang pasien yaitu aksi galang dana yang bersifat masif. Dari gerakan tersebut, secara luar biasa total dana yang berhasil dikumpulkan mencapai empat kali lipat dari yang dibutuhkan.
“The building is a symbol. As the act of destroying it. Alone as a symbol is meaningless. But with enough people, blowing up a building can change the world”
Mengambil sedikit dari jumlah yang banyak. Bagi orang-orang yang berkecukupan mengeluarkan receh adalah perkara yang biasa tetapi dalam kasus ini bisa kita simpulkan bahwa dengan jumlah yang banyak bukan jumlah uang yang dijadikan ukuran tetapi jumlah dukungan yang menyetujui dengan ide yang dibawa.
Meninjau kasus diatas dapat disimpulkan bahwa ide yang dibawa adalah sang pasien dirugikan oleh pengadilan. Sehingga dengan banyaknya jumlah dana yang terkumpul hampir bisa dilinierkan dengan bahwa banyak orang yang setuju dengan ide tersebut. Pengumpulan koin hanyalah simbol tapi simbol itu menjadi berarti ketika banyak kepala yang menyetujuinya.
Ide tentang memasukkan ide langsung ke masyarakat dan kemudian membiarkan masyarakat yang menentukan mana yang paling baik sudah dimulai sejak istilah demokrasi lahir. Namun berbagai kendala menyebabkan hal tersebut sangat sulit untuk mencapai ideal, seperti masalah penyampaian informasi, keberterimaan informasi dan juga pemahaman masyarakat terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Ketidaktahuan ini menyebabkan rasa takut pada setiap individu masyarakat untuk mengambil keputusan dan menyerahkannya kepada para elite.
namun hari ini keadaan tersebut sudah mulai bergeser, dengan media internet khalayak luas dapat secara langsung memberikan pendapat dan bahkan melakukan aksi massa (walaupun hanya secara virtual). Kemunculan pergerakan masif seperti change.org (media yang bergerak dalam mengumpulkan dukungan untuk sebuah petisi), atau kickstarter.com (media yang bergerak untuk mengumpulan financing untuk sebuah proyek) menunjukkan bahwa masyarakat sudah bisa membuat sesuatu yang real yang mempengaruhi keputusan/kejadian besar. Kekuatan personal sekarang sudah berubah menjadi kekuatan komunal.
“words will always retain their power. Words offer the means to meaning and for those who will listen the enunciation of truth and the truth is there is something terribly wrong with this country, isn’t there?
..There were a myriad of problems which conspired to corrupt your reason and rob your common sense..”
Ketika problem sudah tidak diserahkan lagi kepada kekuasaan personal tetapi diselesaikan secara komunal dengan berbagai platform yang bisa diakses siapapun. Reasoning dan common sense lah yang akan digunakan, kepentingan golongan ataupun perseorangan sudah pasti akan menemukan kekalahan. Keuntungan secara global dan untuk lingkungan luas lah yang akan menang.
Paragraf sebelumnya merupakan sebuah paradigma normatif yang begitu menarik dan tampak menjanjikan tetapi sesungguhnya bisa menjadi bumerang terkait dengan penyelesaian masalah. Bagaimana bisa? Apakah semua permasalahan bisa diselesaikan dengan common sense umum? Jawabannya saya rasa bisa tetapi tidak semua orang memilki common sense yang setingkat dalam menilai sebuah masalah. Contohnya pada abad pertengahan ide tentang bumi itu bulat dianggap suatu ide yang ajaib dan tidak masuk akal. Tetapi ternyata itulah kebenaran, hal yang saat itu dianggap suatu hal yang tidak masuk akal tetapi hal itulah yang benar.
Jadi apa poinnya? Apakah kekuasaan itu harus dikembalikan kepada khalayak ataukah hanya dipegang oleh beberapa orang? Menurut saya kekuasaan itu haruslah dipegang oleh kebenaran, dan kebenaran itu harus ditularkan ke banyak orang.
Crowd Idea.
Kebenaran itu harus menjadi crowd idea. Ide yang diperkuat oleh pemeluk-pemeluknya. Tetapi bagaimana kita bisa yakin tentang kebenaran itu dan bagaimana kebenaran bisa diterima oleh banyak orang. Ada dua hal yang harus dilakukan yang pertama adalah belajar dalam misi mencari kebenaran itu yang kedua kita menyampaikan dengan baik sehingga kebenaran itu bisa diterima oleh banyak orang. Sehingga kebenaran itu tidak hanya menjadi sebuah kata-kata yang baik tapi bisa diilhami dan mengilhami banyak orang.
“His hope was to remind the world that fairness, justice and freedom is more than just a word, it’s a perspective”